Sabtu, 03 Desember 2016

Dah

Saat dirimu sudah berlari cepat dan jauh
dan kau temui yang tidak pasti
lupakan
tinggalkan
berlarilah saja ke tujuanmu
nanti disana kau akan menemui kepastian
yang akan balance membahagiakan jiwamu

Rabu, 19 Oktober 2016

Long Ago

Sentul City, 19 Oktober 2016 18:48
Waktu ini yang akan menjadi masa lalu ku
Hal termahal karena tidak akan pernah terulang kembali sedetik pun

Di Sentul sekarang lagi hujan haha
Sekarang aku udah semester 7 dan lagi menyicil proposal skripsi haha
Aku akan memilih TA business plan sebagai pengganti skripsi
Ternyata gue udah jalani kuliah selama 3 tahun 
Insyaallah mau ambil wisuda bulan Mei 2017, ya lulus 3,5 tahun

Flashback on...
Dulu jaman di matriks Dramaga Bogor
Dimana status gue mahasiswi lebih cocok sebagai mahasantri haha
Pertama kali konsisten pakai busana muslimah
Pertama kali nginep di asrama bareng orang lain

Udah ah gue mau ceritain sedikit tentang masa matrikulasi ya, 
masa-masa matriks tuh amazing, wonderful and golden time for me
dimana gue tetap bisa menjadi remaja tanpa campur baur pergaulan yang menyimpang
ya yang gue tau ya yang itu-itu aja, 
kaya shalat jamaah bareng-bareng diabsen pula
kalo subuh atau waktunya tahajud tuh kakak pembimbing gedor-gedor pintu ga nyantai banget
kalo waktunya buka puasa senin kamis itu, antrian mau ngambil makan udah panjang banget
biasanya per dua hari sekali ada kajian/ceramah dari ustadz sehabis sholat isya, luar biasa ngantuknya dan cobaan buat gue yang ga kuat kena angin malam haha
kalo abis solat subuh hafalan surat-surat, dulu gue bisa dibilang paling cepet setoran karena gue ingin cepet-cepet selesai ujian tahfidz
dan dikelas waktu pelajaran bahasa arab, itu rasanya gelombang otak gue kusut karena nolak semua apa yang diucapin dosen haha bahasa arab semua loh yang dijelasin tanpa bahasa indonesia, hahaha 
tiap kali gue masuk kelas yang ada bahasa arabnya, pasti langsung keringetan, berasa langsung anemia, busung lapar dan mau pingsan wkwk dulu pernah saking lebaynya, gue izin keluar kelas dan langsung tiduran didepan pintu kelas karena udah ga kuat banget hahaha
padahal temen-temen gue yang lain ga segitunya, wallahu'alam
alhamdulillahnya nilai gue selamat semua sampai sekarang gue berpikir itu adalah keajaiban

kalo pagi biasanya gue dan anak kamar siapapun yang mau, kita pergi ke perumahan seberang, perumahan Pakuan Residence buat sekadar olahraga ringan. lari pagi/sore, jalan-jalan sambil nikmati pemandangan dan curhat haha
dulu kita semua pada menundukkan pandangan kalau bertemu dengan cowo masyaallah, iyalah karena malu dan ga kenal  didukung juga oleh lingkungan matrikulasi yang adem kaya pesantren

dulu gue internetan cuma 50 MB/bulan dan itu kadang masih nyisa dan bingung gimana ngabisinnya, wow!
dulu sih cuma ada line, bbm dan whatsapp, instagram dan path jarang banget buka
dan
gue sangat bersyukur punya teman-teman yang super baik
semoga Allah super baik juga sama mereka
I love them very much!

hmm itu adaah secercah kisah dari gue di zaman matrikulasi pada tahun 2013 lalu.
makasih Allah.


Sabtu, 08 Oktober 2016

Masa

Emang kamu tau apa?

Pikiran

Take it Flow
Kayanya kata-kata itu cocok untuk yang satu ini - pikiran.
Pikiran meski dipaksa untuk menerjemahkan semuanya, pikiran butuh waktu dan proses yang rumit entah apa yang terjadi didalamnya.
Ditambah lagi campuran sifatmu, yang idealis/obsesi/moody/lazy/ceroboh/lainnya.

Kejadian ini selalu terjadi saat saya harus menerjemahkan apa yang pikiran saya pikirkan. Saat saya membuat jurnal atau tulisan ilmiah, pasti mentok di latar belakang. Ya latar belakang, padahal latar belakang itu letaknya diawal.  Ibarat mau masuk rumah, maka latar belakang adalah alasan mengapa kamu mau pulang kerumah. 

Meskipub semuanya sudah terkonsep dengan baik. Menyiapkan segala alurnya dalam berbagai keadaan. Namun saat ingin menulis, alur mana yang akan saya pakai?

Yakin mau pakai alur ini? ini kan sifatnya sementara, ini kan sifatnya long term. bla bla bla. Banyak sekali pertimbangan yang berisiknya kaya suporter bola di Gelora Bung Karno. 

Ya kalau saya pasti mentok diawal, pasti. hahaha tapi percayalah membuka awal memang sulit sekali namun selanjutnya kamu bisa mengatur kecepatanmu.

By the way saya sendiri selalu mengerjakan sesuatu dengan target, misalnya sekarang pukul 09.00 maka pukul 09.30 saya harus selesai mengerjakan itu. Kalau tidak mampu menyelesaikan, setidaknya mengumpulkan data-data yang berkaikan, Jika sudah terlau mentok, maka saya akan mengonsumsi yang segar-segar seperti jus buah (if any) kalo ga ada ya pokoknya ambil minum. Tapi menghindari snack berat atau snack crunchy yg lezat ala MSG karena tangan saya ga mau mengambil itu hehehe- karena saya mudah terserang radang gara-gara snack unyu itu.

Memang yang terbaik adalah learning by doing. Jadi kita bisa menguji percobaan-percobaan yang langsung kamu kerjakan dilapangan. Kalau hanya menulis dan menangkap fakta sekunder dari internet atau baca-baca aja, rasanya kurang sempurna dan banyak hal yang tertinggal. 

Teknisnya gimana biar cepet selesai menerjemahkan pikiran?  Kalo saya sih ke kasur, ambil guling,  tidur. Sayangnya tidur saya ga nyenyak kalau belum mengeluarkan ide ide liar ini, jadi saya harus jinakan mereka dalam selembar kertas dan tulisan. Menulis ala gaya menulis diary tapi dengan bahasa yang tetap sesuai kebutuhan mau formal/non formal, supaya tidak kerja dua kali. Yakinlah bawa dua senjata ini, kertas dan pulpen lalu dengarkan gelombang otakmu. Hahaha

Ya Allah lancarkanlah raga ini mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu, semoga mestakung berpihak dengan baik hati. Doain ya readers, saya mampu segera melewati berbagai ujian akademik menuju kelulusan.

Hukuman Allah Yang Mengerikan: Istidraj

Amrullah Akadhinta:
# Hukuman Allah Yang Mengerikan: Istidraj #
Di antara bentuk hukuman Allah yang mengerikan: istidraj. Kenapa mengerikan? Karena orang yang dapatkan hukuman ini, gak kerasa sedang dihukum, bahkan kerasanya lagi dapet nikmat, padahal tanpa dia sadari Credit Point kesahalahannya bertambah dan bertambah terus.

Gambaraannya kayak ini:
Ada orang dapet duit, duitnya dipake maksiat, dosalah dia.
Sebentar kemudian, jabatannya naik bahkan karirnya terus melejit, nah nikmat ini pun dipake lagi untuk maksiat yang lebih gede dan bahkan berbuat zalim, tambahlah lagi dosanya.
Sebentar kemudian, proyeknya berhasil, untung gede, keuntungan proyek ini, dipake lagi maksiat, tambah lagi dosanya.
Terus begitu, nikmat-nikmat itu trus dipake maksiat, lupa akhirat.
Akhirnya, ketika sedang nikmat-nikmatnya maksiat, Allah cabut nyawanya, Allah jadikan akhir hidupnya su-ul khatimah, Allah gak kasih kesempatan dia bertobat.
Na'udzubillah, kita berlindung sama Allah dari jeleknya hukuman istidroj ini.

Ini jauh lebih parah daripada orang yang suka maksiat di waktu mudanya, terus di masa tuanya Allah kasih banyak cobaan, Allah kasih sakit, musibah, hilang keluarga, hilang kekayaan, hilang kedudukan, dan dia pun bersabar. Yang kayak gini, mungkin Allah hapus dosa-dosanya dengan musibah itu kalau dia sabar. Sampai akhirnya dia bertemu Allah dalam keadaan tidak punya dosa.

Pertanyaannya, siapa orang yang potensial dapat hukuman istidroj? Jawabannya:
فَذَرْنِي وَمَن يُكَذِّبُ بِهَـٰذَا الْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٤٤﴾ وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ ﴿٤٥﴾
Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh. (al Qolam: 44,45)

Orang yang mendustakan al Quran! Orang yang berbuat maksiat dan zalim sembari bangga, bahkan bilang ini sah-sah saja! ini legal! bahkan melakukan maksiat sambil bilang "INI HALAL"! Na'udzubillah.

#tadabbur
Ustadz Amrullah Akadhinta.

Source: Group Kajian Islam Putri.
Si blogger hanya manusia biasa, hanya miliki niat berbagi berharap memberikan manfaat. Selamat mengamalkan 😊 #bismillah

Kamis, 15 September 2016

Bismillah

Dear reader,  Assalamu'alaikum dan salam sejahtera

Bismillah
artinya Dengan menyebut nama Allah

Dilengkapi lagi
Bismillahirrahmanirrahiim
Artinya Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Masyaallah, dibalik kata basmalah itu ada kekuatan yang menentramkan. Seakan seluruh jiwa dalam diri ini merendah pasrah atas segala keputusanNya.
Membuat yakin saat memanjatkan permintaan dan permohonan, meskipun banyak dosa yang dibawa dalam diri ini.

Namun dengan Bismillah.
Seakan Allah membujuk kami yang mencari bantuanNya untuk datang kepadaNya, bahwa Allah tetap mengasihi dan menyayangi dalam apapun kondisi ummatnya. Ummat yang mempercayai dalam hatinya kalau Allah maha Esa dan berkuasa atas segala hal di alam semesta ini.

Apalagi, Allah maha pengampun- seperti yang dikatakan Dr. Zakir Naik dalam sebuah sesi tanya jawab... "Allah akan memaafkanmu, jika kau bertaubat. Jika melakukan kesalahan lagi, bertaubat, melakukan kesalahan lagi, bertaubat, Allah akan memaafkan".
Sungguh luas hatiMu ya rabb.

Dengan basmalah, semuanya bisa lebih yakin untuk dilalui.  Lebih berani untuk melangkah. Karena Allah lah yang mengatakan yg tersirat melalui kitab suci, Dia memiliki 99 sifat. Salah satunya Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Dengan basmalah, kekuatannya bisa mengembalikan kearah yang Engkau ridhai. Meskipun dalam hati masih terperangkap segenap keraguan yang mengganjal, lahaula..Allah akan membimbing kita.

Basmalah, kata yang simple dan sering terlupakan. Tak lain, karena kita terlalu percaya diri akan hasil dari sebuah usaha. Semua usaha akan berhasil, atas izin Allah. Entah izinNya membawa pada kebaikan yang mengantarkan kepada syurgaNya atau malah kelalaian yang membuat kita mencintai dunia (naudzubillah).

Bismillah, mendekatkanku pada sang khalik, kunci alam semesta dunia dan akhirat. Jangan lupa, libatkan Allah dalam segala upayamu. Jangan malu ataupun sungkan kembali pada Allah -  jauhkan perasaan itu. Mendekatlah padaNya dengan bismillah.

Bismillah.

Sekian dari saya, Rizky Nanda Verina.

Kamis, 23 Juni 2016

Akhir Juni

Hari ke dua puluh tiga di bulan Juni tahun 2016, yg alhamdulillah sedang berada di bulan Ramadhan di hari ke 17 #cmiiw. Pagi ini, seperti rutinitas setiap hari. Setelah sahur, ibadah, dll dan setelah itu selalu menonton langit yg berubah terang. Matahari menyongsong pagi. Dari sudut jendela kamar, sambil mendengarkan radio. Banyak channel lagu-lagu bagus.
Ditemani angin yg menyusup masuk melalui jendela kamar, tenang sekali dan sejuk.
Mungkin itulah sebagian dari rutinitas subuhku. Bagaimana denganmu?

Sebelumnya, mohon maaf lahir batin ya readers semoga ikhlas membuka pintu maaf untuk ku. Saya skrg juga semakin jarang posting tulisan, bingung mau nulis seperti apa terkait ini media publik hehe.

Selamat berpuasa dan fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Sekian dari saya, Rizky Nanda Verina.

Senin, 14 Maret 2016

Waktu Berlalu

Tulisan yg mendekam beberapa bulan yang lalu pada sebuah notes tanpa suara,

Gila waktu cepat banget berlalu. 

Rasanya gue masih beradaptasi sama usia 20 tahun,  tapi sebentar lagi sudah harus meninggalkan angka itu.  Dan ga bisa mengulangi lagi.  Hah buat nulis gini juga detik per detik gue menghilang.  Entah sampai berapa usia ini berubah.  Perubahan yang halus,  mengegoiskan diri supaya bisa mencapai yg terbaik,  ambisi,  kecepatan, asa

Gue pingin liat sebuah jadwal seharusnya Di usia segini seharusnya gue seperti apa dan menjadi apa

Gila (2)
Gue udah 20 men! 
Tapi rasanya ga jauh beda kaya gue yang dulu. Tapi kalo tolak ukur gue,  seharusnya gue sekarang ini masih dikelas 1 atau 2 SMA Sekejap merasa telat dewasa.
Telat
Gue harus akselerasi nih,  biar pantas untuk hebat diusia yg mengharuskan hebat ini 

I need a truly friend
Same as me
Know me so well
Live the life *mendadak pingin punya kembaran*

Target,  lagi-lagi target biar visioner ga tertinggal sama asumsi diri gue sendiri Target sebelum tahun 21  Gue harus menginjakkan kaki di luar negeri (done),  Menginjakkan kaki ke salah satu puncak gunung,  menciptakan sebuah karya, menggenggam keinginan,  mengubah pergaulan,  membaikkan performa. 

Ya sisa waktu gue ke 21 masih ada 6 bulan lagi Bismillah deh Hidup ini harus bergengsi (kata gue barusan) Buat apa lo hidup kalo gitu-gitu aja,  ini arena permainan.

Saat ini gue menuju tujuan
Tujuanlah yang mengantarkan pada kelas tertentu
Tujuanlah yg mempertemukan dengan apa yang menjadi milik kita 

Waktu berlalu,  lo udah punya apa?

(xoxo)

Kamis, 03 Maret 2016

List title


3. Kehidupan di Singapura
4. Perjalanan ke Negara Melayu
5. Pandangan pertama di Malaysia
6. Bertemu Dengan Teman Baru
7. Perjalanan di Kuala Lumpur
8. Petualangan ke Malaka
9. Malam menegangkan di Gang Buntu
10. Kacamata hilang
11. Hotel Sudah Full, bookingan melayang
12. Jalan-jalan panas di Malaka
13. Menikmati Malam Malaka
14. Perpisahan dengan Teman Petualang
15. Angel-angel baik
16. Salah jalan masuk office imigrasi
17. Mau pulang masuk office lagi
18. Ditungguin di detik terakhir transportasi
19. Solotravel ke Sentosa
20. Jalan-jalan di Little India
21. Ketinggalan Pesawat, sudah dijemput di bandara
22. Pulang esoknya dengerin 2 TKI
23. Perjalanan pulang

Minggu, 28 Februari 2016

Minggu, 21 Februari 2016

Kedatangan Pertama di Changi Airport

"OOOH" gini ya masuk Singapura. Aku lihat dari ketinggian pesawat, ketika pesawat sudah mulai mendarat pertama-tama disambut  oleh dataran berwarna cokelat, lama-lama hijau tertata. Dalam hati "tumben ga ngerasain ears pop, alhamdulillah". Btw gue selalu mengambil posisi dekat jendela dimanapun itu (entah mobil, kereta, pesawat, dll). Jadi sewaktu mengudara di Indonesia, pemandangan dari atas memang hijauuuu semua dan dikelilingi lautan. Tapi KENAPA yang setiap hari aku lihat tidak seindah dari atas?

Saat pesawat sudah mau mendarat, aku perhatikan dengan seksama dataran Singapura. Banyak cokelatnya entah itu apa dan lahan hijau yang teratur. Terlihat minimalis tapi maksimal. 

"Oh ini Singapura" pas keluar dari pesawat. Setelah itu berjalan kearah bus bandara. Ah sama aja panas-panas juga, ya sama aja cuacanya. Tapi emang panas yang ga bikin risih, ga kaya ditempat gue yang gampang banget kecium bau debu, asap rokok, polusi lainnya. *hm tapi ini di Bandara sih* pas di jalan rayanya juga bersih kok karena minim kendaraan disana.

Wah Changi, aku harus explore Changi nih! Tidak ada rasa takut atau apapun cuma agak grogi pas sama sekali ga ada komunikasi Wifi pun belom nemu. Akhirnya gue proaktif ke bagian informasi dan nanya gimana aktifin Wifi Changi, dan mereka meminta passport. Jadi tiap mau minta Wifi, langsung aja kasih passport lu. "Password wifi please, thank you" semua password di T1/T2/T3 beda semua, begitu juga kalau kalian tadinya di T1 terus pergi ke T2  dan kembali lagi ke T1 passwordnya beda lagi. 

Ketika disana semua orang yg kuilhat aku sapa dengan bahagia hahaha andaikan mereka tau bagaimana yang aku rasakan. Rasanya merdeka pas bisa ke LN pake uang sendiri.Oh ya, aku mendapatkan teman dari Myanmar, perempuan, awalnya aku minta tolong fotoin. Hahah bahagia sekali rasanya mengenal orang baru, lembaran baru. Aku ajak ngobrol dia, tukeran sosial media, ya kenalan jangan langsung diputus gitu aja. Rugi. Ngobrol ya pakai bahasa Inggris, tapi ya dialek mereka memang sangat kental jadi aku harus pandai-pandai menerka apa yang diucapkan. 

Saya berkeliling ke Terminal  1,2,3 dengan membawa brosur mengenai Changi Airport. Haha ternyata ga bisa semuanya saya kunjungi, karena keterbatasan waktu dan sudah janjian sama tante. Tapi sudah lama sih saya di Changi Airport, awalnya memang mau langsung exit. Tapi dapat kabar dari tante untuk menunggu dulu sembari jemput  sekolah anaknya, oke deh sekalian saya berkeliling Bandara Changi. 

Pas mau exit...

Kalo penerbangan internasional, keluar masuk harus lewat imigrasi men. Jangan keluar lewat pintu exit sembarangan hehe. Emang mengantre dan jangan sekali-kali nyelak, ga sopan ey.
Waktu saya di imigrasi keluar, saya sapa Ibunya sambil ngambil permen fox ala Changi. Intinya disitu saya diperingatkan bahwa lain kali tidak boleh berlama-lama di dalam, nanti malah mengiranya kamu ada urusan apa disana?! (kenapa saya pakai tanda seru, soalnya ibu-ibu imigrasinya kaga nyantai men ngomongnya sambil curiga abis, dikiranya gue TKW Illegal kali ya. Apalagi pas saya ada kesalahan ngisi di white cardnya, salah ngisi alamat. Ya nulis alamat disana beda ga kaya di Indonesia). Nih misal 18-360, saya kira nomor alamat pos, mirip kaya alamat pos kan? Dan dia tidak memberitahu ke gue langsung gimana cara bacanya, maksudnya apa, malah ngetest kaya ga suka banget gue masuk SG. Envy ya, ga ada liburan?

Tapi setelah selang beberapa menit lama-lama dia jelasin (Ga berharap banget dijelasin dengan cara itu) itu adalah apartemen lantai 18 nomor 360. (Ok thanks) Dan dia bahas lagi mengenai saya yg 3 jam nunggu di bandara (asli ga bisa move on ya Bu, thanks udah ngingetin) dan saya jawab sesingkat mungkin. 
"OK" (HAHAHA) Peace love and gaul, buk! ;) salam sejahtera, josh. Gue berhadapan dengan orang imigrasi si ibu-ibu tadi bener-bener bukan ngerasain ketegasan akan peraturan, tapi entahlah kaya orang ga suka. Dikira gue TKW Illegal kali ya, jelas-jelas mau liburan, ga percaya banget, sewot banget sumpah ibu-ibunya. hahha fix cutinya udah abis yes bu?


Nah, sewaktu di Changi Airport aku dijemput oleh tanteku yang sudah lama sekali tidak bertemu 10 tahun. Haha tau-tau ketemu gede aja. Ternyata beliau ditemani oleh seorang temannya. Di Singapura itu pakai bahasa Mandarin bukan bahasa Inggris Amerika. Tapi dengan aksen British dicampur mandarin gitu, karena SG dulu jajahan Inggris.
Contohnya kaya, nyebut "NICE" kita bacanya "nais" kan, nah mereka bacanya gini "naise laah". Kita jajahan Belanda dan Jepang, tapi ga ada tuh sliweran bahasa Belanda atau Jepang haha. Cukup bahasa tradisional yg unik aja. <3 Indonesia, keep friendly Indonesian!

Rabu, 17 Februari 2016

Kebingungan selanjutnya setelah tiket sudah ditangan

Tiket pulang pergi sudah ditangan, sudah dibayar sebelum tenggat waktu pembayaran berakhir (biasanya sejam aja). Tepatnya waktu itu tanggal 20 Januari. Sedangkan jadwal keberngkatanku adalah tanggal 3 Februari.  Setidaknya butuh waktu kurang lebih 2 minggu saja. Dipertengahan dua minggu itu, aku harus pergi ke Surabaya bukan dalam rangka pulang kampung, tetapi ada pernikahan saudaraku disana. Aku pergi mulai tanggal 28 Januari sampai tanggal 01 Februari.
Sepertinya lebih baik aku buat list tanggal supaya lebih gampang dibayangkan;
20 Januari: Tiket terbayar
28 Januari: Berangkat ke Surabaya
01 Februari: Tiba dirumah
03 Februari: Berangkat ke Changi Airport
Artinya jadwalku sudah padat dan tersisa sedikit untuk persiapan, persiapan perdana keluar negeri sendirian yang seharusnya dipikirkan matang-matang. Haha waktunya berburu dengan waktu! Selang waktu tanggal 20-28 Januari juga tidak kosong begitu saja, masih ada aja aktivitas lain-lain.
Kebingungan terus melanda, sambil terus berusaha....
1.       Aku disana sama siapa jalan-jalannya?
2.       Berapa dollar yang bakalan aku tukerin?
3.       Bagaimana musim disana?
4.       Tempat mana saja yang akan aku kunjungi dan bagaimana caranya?
5.       Bawa oleh-oleh apa aja ya kesana?
6.       Baju, tas, sepatu apa yang sesuai buat menunjang perjalanan disana?
7.       Gooooooooh tarik nafas dalam-dalam!

Mendadak saya seperti ada di arena berburu, hm padahal saya termasuk orang yang sangat simpel, santai, efektif dan efisien (menurut versi saya sendiri). Tapi perlu diketahui, justru orang simple yang membayar keribetan diawal-awal. Ya gue banget. Stress diawal. Bingung pasti ada tapi kelihatannya santai, jadilah orang rumah yang mulai terlihat khawatir akan sikap nyantai ini. Mulai nanya A sampai Z,lebih banyak ngasih pertanyaan yang sudah bosen mondar-mandir diotak, yang aku butuhkan hanyalah solusi bukan timbunan pertanyaan yang berefek pada makin nyantainya sikap ini. Aneh-emang.

Balik lagi ke proses kebingungan tadi, mulai mencari-cari kawan travelling dari satu web ke web lain terutama ke backpackerindonesia.com,
nyari host berharap ada yang bersedia memberi tempat tinggal sementara dirumahnya lewat web couchsurfing, subhanallah susah banget nyari akhwat, duh jangan akhwat deh- nyari yang muslim aja susah. Mendadak terharu bisa jadi WNI. Seriusan terharu, Bayangin aja susah banget nyari orang muslim.

Okelah sampai aku beberapa kali ganti konten promosi nyari temen, yg awalnya jujur banget kaya curhat-sampai jadi yang paling simpel. Dan intinya kalo serius, silahkan hubungi langsung ke line saya. Banyak sih yang nge-add, tapi hanya sedikit yang ngechat. Konyolnya itu, ada aja yg nanyain “udah punya tiket belom?, kapan berangkatnya?, berapa lama disana?” haduh padahal kalo cermat baca, informasi itu udah aku capslock mas-mba hehe :D
ada yang ngajak mau, tapi jadwal keberangkatannya beda. Aku sudah pulang, kamunya baru datang. Hahaha udah gausah bilanggg. Akhirnya sampai dipertengahan tuh ada yang emang niat mau ke KL via jalur darat bisa kereta atau bus. Nah,saya coba deh ke Malaysia juga. Masa iya di Singapura aja nanti. Dan emang susah banget ya nyari temen perempuan kalo travelling  ke luar negeri gini, yg penting seiman juga alhamdulillah atau mentok banget yg penting orang Indonesia dan baik.

Ga itu aja, saya juga bacain blog orang-orang sampai ketemu blog yang itu lagi, tapi tetep dibaca dan makin ngantri di daftar bookmarks. Andai itu blog bisa gue ajak ngoomong hahah

Hash! Sebuah kesibukan yang dibuat sendiri. Dari semua itu, gak ada yang serba kilat responnya- bahkan ada yang sama sekali tidak ada respon! (ga nyantai)

Selasa, 16 Februari 2016

Menggapai Serpihan Mimpi

Aku sebut itu serpihan mimpi.

1Mimpi yang Akhirnya Menjadi Kenyataan
"
 Mimpi adalah sebuah keinginan besar bagaikan angan-angan jauh tinggi disana, sehingga rasanya seperti mimpi- menyampurkan hukum ketidakpastian menjadi pasti dalam tekad. Menginjakkan kaki di luar negeri adalah salah satu mimpiku. Berawal dari permulaan yang besar, membuat sebuat passport seharga Rp 355.000 dengan uang pribadi mungkin bukanlah hal yang mudah untuk seorang mahasiswa tanpa pendapatan tetap ini. Tapi ini adalah salah satu modal pokok untuk menembus mimpiku. (Pas banget waktu itu pengeluaran lagi banyak hahaha-tenanglah uang akan selalu beredar dan tertidur didalam rekening empunya)

Passport sudah ditangan, aku bolak-balik perhalaman rasanya kosong sekali. Tidak ada sejarah perjalanan didalam lembar-lembar visa.Sebenarnya aku pun tidak tahu perhalaman visa itu akan diisi apa? Gunanya untuk apa? Atau hanya buat menuh-menuhin passport aja supaya terlihat tebal?

Seringkali juga aku merasakan kecewa oleh berbagai website maskapai penerbangan, karena harga penerbangan yang cepat sekali berubah-ubah dalam hitungan menitnya tidak sesuai dengan diriku yang berharap terlalu tinggi #korbanphpmaskapai. Terkadang ada tulisan merah kecil dibawah harganya, menunjukkan keterangan “one limited seat”.  Kuota internet harus mumpuni kecepatannya dan uang di ATM harus tersedia.

Negeri Singapura, berisikan kota-kota kecil yang maju merata, dengan kurs dollar yang cukup tinggi, serta harga-harga yang termahal di Asean. Aku sangat ingin mengetahui bagaimana Singapura sebenarnya. Akhirnya mantaplah aku menulis tujuan penerbangan ke Singapura memilih dengan harga terbaik pastinya. Tapi aku bingung kalau aku memilih opsi sekali pergi atau pulang pergi?
Sebab, kalau aku membeli hanya one way berarti aku beli tiket pulangnya dengan mata uang dollar. OMG! Susah sekali menemukan tiket Singapura-Jakarta dengan pembayaran mata uang rupiah, sedangkan waktu terus berjalan.
Lalu aku pilih opsi pulang pergi dan lagi-lagi aku harus meredam gejolak mimpi, karena harga berangkatnya murah, tetapi harga pulang ke Indonesianya cukup menguras dompet saya. Lagi-lagi harus realistis haha

Akhirnya saya mengalah, dan menjalani hidup sederhana seperti biasanya dengan mengeluarkan rupiah dengan sesuai kebutuhan saja demi mendapatkan masa depan pengalaman baru yang lebih berkelas.

Beberapa kesempatan saya coba dan coba lagi di setiap kesempatan, akhirnya dapat juga tiket pulang pergi seharga Rp 700.000 rasanya saya bahagia luar biasa seperti mendapatkan penghargaan dan diteriaki para penonton atas kemenangan saya.  Whahaha!

Sabtu, 30 Januari 2016

Ngenes Pasti Ada Hikmahnya

Saat ini semuanya baik-baik aja
Cuma emang yang namanya manusia, ada aja dikasih gagalnya
Apalagi gue, yang ga dibiarin sama Allah buat manja apapun yang gue inginkan terkabul- ya seringkali harus menelan pahitnya

Semoga pahit kali ini bisa jadi manis lagi atas izinMu Ya Allah

Saat ini, yang gue rasakan adalah....
Bagaikan sedang lomba maraton udah yakin menang, tapi pas ditengah perjalanan karena suatu hal, ada yang bisikkin kalau kamu ga bakalan bisa menang buat bawa pulang medali, yang bakalan dibanggain ke orang tua. Tapi harus tetap lari menggunakan seluruh potensi sampai garis finish, itulah rasanya.

Ngenes kan?
Pasti.

Semua orang pernah merasakan ke-ngenes-an sesuai kadarnya masing-masing.

Tapi saya tetap percaya akan keajaiban doa dan usaha, tetap yakin bahwa sebenarnya lebih dari medali yang akan saya berikan nanti.Allah punya jalan lain, agar saya  lebih bekerja keras melebihi yang orang-orang terjamin dapat medali itu- karena yang akan saya ambil bukanlah sebuah medali. Tetapi lebih dari itu.

Semuanya pasti sudah tertulis ditakdirMu, yang penting sudah berusaha mainstream- berusaha antimainstream- usaha terus. Gua sih mencoba ikhlas ajalah. Tapi guys pesen gue, selama lu bisa menyelamatkan masa depan atau nasib seseorang yang sudah mencoba berusaha lewat jalan lain, cobalah jadi bagian dari keberhasilannya. Meskipun agak gimana...gitu, ngerasa dia ga berhak dapetin itu. Tapi tangkaslah pemikiran gitu, apalagi dia udah berusaha lebih dan sebenarnya dia bisa berhasil namun hanya kurang sedikiit saja. Insyaallah berkah dan dipermudah jalanmu kedepannya. Yang tadinya harus kesandung batu jadi kesandung kerikil, yang tadinya kesandung kerikil tiba-tiba ada yang mindahin kerikilnya. Tunggu aja keajaiban atas kebaikan-kebaikan kecilmu.

Dari Abu Huraira berkata, Rasulullah SAW. Bersabda, ‘’barang siapa melepaskan dari seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di dunia, niscaya Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa member kelonggaran kepada orang yang susah, niscaya Allah akan member kelonggaran baginya di dunia dan akhirat; dan barang siapa menutupi aib seorang muslim,  niscaya Allah menutupi aib diadi dunia dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hambanya menolong saudaranya. (H.R.Muslim)

Kamis, 28 Januari 2016

Di Kereta

Tepat detik ini saya menulis blog,
11.33 wib - 28 Januari 2016 Kamis

Saya akan menuju Surabaya, pulang kampung kesana menggunakan kereta. Tidak sendiri, namun bersama Mama dan Adik laki-laki saya.

"Saya" ???
Hmm kaku banget, kaya mau ngelamar kerjaan. Hahaha oke akhiri kata "saya"

Jd ini adalah sedikit cerita intermezzo dari gue. Ceritanya saat gue menuju ke gerbong kereta, entah ada pikiran orang jomblo yg melintas.
"Siapa tau nanti dikereta ada cogan atau ga bakalan ketemu jodoh gue disana"
Ahlah, dasar jombs. Pikirannya mentok lg ke masalah jodoh.

Oke model tempat duduknya kan berhadap-hadapan.
Kebetulan gue duluan yg dateng, nunggu sekitar 15' didalem, nah dateng deh petugas kereta yg ngangkatin tas bayi keatas tempat tas diatas.

Dalam hati bergumam "wah jangan2 keluarga kecil lagi nih depan gue, yah diluar dugaan"

*jeda makan siang* jangan lupa makan siang yg sehat dan bergizi*

Gak lama kemudian, ada satu batita dan balita laki yg lucuu banget sama seorang ibu muda.
Wah berarti sampe entar malem, pemandangan depan gue begitu ya.

Gila sibuk banget ngurusin dua anak kecil yg lg aktif"nya. Hmm mungkin ini pembelajaran dari Allah yg dikasih ke gue melalui mereka.

Semakin interopeksi ke diri sendiri,
"hallaah blm apa apa kepikiran jodoh -_- udah siap apaan lo?!"
"Entar waktu diketemuin, malah ga siap, ga mau"
Serba dilemma, itu artinya blm matang.

Gue dan siapapun itu pastinya gamau kalo keluarganya nanti bakalan berantakan tanpa arah atau lemah dalam mempertahankan rencana. Okelah perkuat benteng sendiri dulu.
#nikmatimasamuda
#keluargakeren

End 12.13
Yok Shalat Dzuhur ladies and gents ;)

Minggu, 24 Januari 2016

Pengangguran Keahlian

  • Pengangguran keahlian adalah pengangguran yang disebabkan karena tidak adanya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahlian. Pengangguran jenis ini disebut juga pengangguran tidak kentara dikarenakan mempunyai aktivitas berdasarkan keahliannya tetapi tidak menerima uang. Contohnya adalah anak sekolah (siswa) atau mahasiswa. Mereka adalah ahli pencari ilmu, tetapi mereka tidak menghasilkan uang dan justru harus mengeluarkan uang atau biaya, misalnya harus membeli paket buku LKS atau membayar biaya kursus yang diselenggarakan oleh sekolahnya sendiri. Contoh lainnya adalah (misalnya) seorang pelatih pencak silat yang tidak meminta gaji dari organisasinya. Pengangguran tidak kentara ini, juga bisa disebut sebagai pengangguran terselubung.

Penting nih buat dibahas. Mungkinkah lo salah satunya pengangguran tersebut?
Ngaku.
Kalo iya, segera bertindak ya guys! Biar ga jadi debu beban negara kita. Tiap kita tuh wajib bayar pajak, pokoknya yg udah wajib punya KTP deh. Tenang aja, ga semua kena pajak kok, ada standarisasinya guys. Kalo penghasilan lo udah sesuai UMR nah baru deh, bisa jadi kena/ ga kena tergantung besarnya beban.

Kalo situ sendiri gimana ver?
alhamdulillah, ada aja rezeki. yang penting cukup dulu deh, cukup buat beli bensin, beli pulsa, beli gadget, nambal bayar semesteran, beli benda-benda yang gue pingin, buat hangout, buat service motor, buat berbagi, nabung, bikin passport, dll (bikin sim A nyusul wkwk)
sebisa munngkin ga usah repotin ortu dulu deh, itu opsi terakhir. Ibarat berhutang, ngutang adalah opsi terakhir.
Dan buat hal sehari-hari kaya uang saku, ya kalo dikasih alhamdulillah, kalo ngga ya alhamdulillah juga bisa latihan mandiri. Dibawa santaaai aja, yg penting dijalanin. Jangan pernah nyerah, there's will- there's way. 
hmmm mendadak besok kantong gue tipiss (naudzubillah jangan ya Allah-hamba cuman sharing aja) ampun :)

Emang kalo kamu rasain, rasanya berat. apalagi dibayangin doang, asli bikin mager dan bilang "mending cepet nikah ajalah" (lah itu opsi makin complicated dah- apalagi buat pasangan muda yg blm ada usaha sama sekali). 
Yaudahlah lakuin aja dulu mandiri finansial, toh nanti kita juga apa-apa pakai uang pribadi kan? Mulai dari bawah dulu, sabar...
ambil uang secukupnya, dan pengeluaran jangan sampe lebih dari itu (kecuali sangat darurat). Belajar mengasah prioritas kebutuhan. Belajar dan kau akan diajarkan lagi (dan seterusnya- efek domino)

Nanti juga, waktu akan menjawab. Saat hartamu harus dialokasikan kemana lagi? 
Mungkin nanti waktu nyurug buat  mulai nabung buat backpacker umrah, beli mobil, nyicil rumah, nikah, pergi haji, dll terserah deh. Yg penting jangan lupa zakat :)

Menyapa Readers

Halo Readers, apa kabarnya?

Gue bingung nih mau posting apa, semakin kesini hidup gue makin live dan dinamis. nulisnya jadi buat pribadi aja deh, di notepad,diary atau disembarang buku.
Hari Minggu nih, ada acara kesukaan gue Mario Teguh hehe.

Hm kalo acara tv yang gue suka tuh ada The Remix, Tetangga Masa Gitu, Mario Teguh, dan apapun yang serba jalan-jalan atau hangout.

Gue suka musik remix, bahkan gue sengaja download yang dua jam remix.  Meskipun begitu, gue juga suka lagu slow yg penuh penghayatan, lalu lagu-lagu jawa kaya keroncong yang unik itu, dan lagu jazz,lagu klasik atau ga RnB
Maaf yang jelas gue ga suka dangdut, pernah ya gue dengerin lagu dangdut mencoba menikmati lagu tersebut tapi yang ada gue pusing dan mendadak penapasan gue terhambat padahal lg nafas normal (langsung didemo para penyanyi dangdut) Ampun!
seumur-umur gue bisa nikmati lagu dangdut tuh pas di angkot, pas sendiri, asli...gue merasa ada khas Indonesia disitu musiknya juga pas, teksnya juga sesuai. However that's the first time I heard Dangdut's song such as that moment. Ga tau judulnya apa, yg jelas itu lagu ((zuper)) jadul wkaka

ayo deh next posting, nunggu request dari kalian aja hehe

Bye, happy holiday!

Sabtu, 09 Januari 2016

Tulisan Pertama di Januari

Halo 2016
Halo semua yang masih ada ditahun 2016
Bagaimanakah kehidupan kalian?
Aku akan tau, jika kau mengizinkanku tau

Kehidupanku menjelang 2016 hingga detik ini pukul 01.09 tanggal 09 Januari, sangat dinamis dan padat.
Rasanya dada semakin sempit, ingin sekali menyenangkan hati.
Rasanya pikiran semakin besar dan serasa kepala ini sudah tidak cukup menampungnya "aku ingin terus tumbuh besar dan berkembang" kata Otak dengan liarnya.
Rasanya tenaga pun tak kenal lelah, ibarat robot mesin.
Rasanya kulit pun sudah memaklumi sorotan panas dan gesitnya debu yang menyapu, hingga perubahan warna kulit terlihat.
Parahnya, sampai di titik jenuh, aku rasakan seperti berjalan tanpa kepala tapi bisa melihat. Entah hal yang sangat aneh.
Dan jam tidurku melewati batas, ternyata aku bisa tidur hampir adzan subuh. Orang yang biasanya pukul 22.00 sudah bergemul selimut.
Hal aneh yg mulai kutemui adalah semakin kamu memejamkan mata, semakin aktif kinerja otakmu sampai menggerakan tubuhmu untuk bangkit dari kasur. Semakin terpejam, semakin berputar.
Hal yg unik dan mungkin sangat warning.

Hal aneh yg kurasakan juga, tubuhku tidak kenapa-napa, sehat wal'afiat. Alhamdulillah...

Atas izin Allah. Allah mengizinkanku untuk mengentaskan amanah dan mengajarkanku dalam setiap prosesnya.

Mungkin banyak dari kalian yg bertanya, kesibukan apa yang membuatku sampai seperti itu?
Udahlah tidak perlu tau terlalu jauh, nanti ikutan pusyiing. **@@**

Sekarang, amanah sudah mulai selesai. Kembali lagi menyayangi diri sendiri dengan jadwal normal. Insyaallah jika ada kesempatan, saat liburan...
Akan menemukan kejutan lainnya.

Nah sekarang sudah pukul 01.33, selamat bubu readers...
Jangan telat bangun, shalat subuh.

Sharing diatas, hanyalah sedikit cerita yg ingin disampaikan tanpa maksud negatif lain. Mohon maaf apabila ada kesalahan, peace love and gaul!! >.<

Good night!
Wslm.